Bupati Ludin Dapat Kritikan Terkait Gelar Open House Lebaran yang Kontroversial

Pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, mengadakan acara open house yang menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Meskipun kabupaten ini baru saja mengalami bencana alam yang signifikan, Bupati tetap melanjutkan kegiatan tersebut dengan skala yang cukup besar, menimbulkan pertanyaan tentang relevansi dan sensivitas dari tindakan tersebut.
Kritik Terhadap Open House yang Berlebihan
Kritik terhadap gelar open house tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paguyuban Keluarga Besar Putera Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma), Eko Sopianto. Ia merujuk pada Surat Edaran (SE) Nomor: B-40/M/S/HL.00/03/2026 yang dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara, yang jelas meminta agar semua kementerian dan lembaga tidak menggelar acara seremonial berlebihan saat Lebaran.
Eko menegaskan, “Edaran di tingkat pusat sudah mengingatkan kita tentang pentingnya solidaritas terhadap daerah yang sedang berduka. Mengingat Deliserdang baru saja dilanda bencana alam, kegiatan besar ini sangat tidak tepat. Ini merupakan pemborosan di saat instruksi penghematan dari Presiden Prabowo Subianto masih berlaku,” ujarnya kepada awak media pada tanggal 26 Maret 2026.
Biaya yang Dikeluarkan untuk Open House
Menurut Eko, open house yang diselenggarakan di Alun-alun Pemkab Deliserdang menampilkan tenda yang megah, pertunjukan, dan sistem suara yang canggih. Semua ini diperkirakan menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah.
“Sangat tidak mungkin bahwa biaya tersebut berasal dari kantong pribadi Bupati. Pasti ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seandainya dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan rusak atau membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, tentunya akan lebih bermanfaat bagi rakyat Deliserdang,” tambah Eko.
Motivasi Dibalik Gelar Open House
Lebih lanjut, Eko menilai bahwa alasan di balik pelaksanaan open house yang megah ini adalah untuk kepentingan pencitraan Bupati. “Kita semua tahu bahwa Bupati memiliki kecenderungan untuk tampil di depan publik. Dengan adanya acara ini, ia bisa menyalurkan hasrat pencitraannya. Dalam video yang beredar, terlihat beliau bernyanyi di pentas, sementara banyak warganya masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Jumlah Undangan yang Mencolok
Acara open house tersebut menarik perhatian dengan jumlah undangan yang mencapai enam ribu orang. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Sandra Dewi Situmorang mengonfirmasi hal ini, menyatakan bahwa undangan berasal dari berbagai kalangan.
Namun, meski menanggapi kritik yang ada, Sandra Dewi bersikeras bahwa kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan imbauan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar pemerintah tidak menggelar acara yang berlebihan selama momentum Lebaran.
Definisi Sederhana dari Halal Bihalal
Menurut Sandra Dewi, Halal Bihalal yang dilaksanakan oleh Pemkab Deliserdang diklaim sebagai acara yang sederhana. “Acara ini dilakukan dalam tiga shift dan dihadiri sekitar 6000 orang, termasuk ASN, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan. Kami telah memastikan bahwa kegiatan ini efisien sesuai dengan aturan dan instruksi Presiden. Kami percaya bahwa silaturahmi tidak boleh terhambat meski dalam kondisi efisiensi anggaran,” jelas Sandra.
Tujuan Acara Halal Bihalal
Dengan terjalinnya hubungan emosional antara pimpinan dan pegawai, diharapkan semangat kolektif untuk menghadapi tantangan dan mengimplementasikan visi serta misi Kabupaten Deliserdang semakin kuat. “Pada dasarnya, Halal Bihalal ini penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ikatan antara pimpinan, pegawai, dan seluruh elemen masyarakat,” tutup Sandra Dewi.
Dengan berbagai sudut pandang yang muncul dari acara open house ini, terlihat jelas bahwa isu sensitif mengenai pengeluaran anggaran dan kepekaan sosial menjadi topik penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah. Bagaimana respon masyarakat dan langkah pemerintah selanjutnya akan menjadi sorotan di masa mendatang.